Macau Online Casino_Roulette Chart_Blackjack Technique_888 Online Casino

  • 时间:
  • 浏览:0

MeFFormal Baccaratormal BaccaraFormal BaccaratTngetahFormal Baccaratu hal tersebut, Tya dan suami memutuskan untuk mengikuti saran dokter untuk menyunat Kalundra. Hal tersebut diambil karena ISK yang dialami Kalundra kemungkinan bisa berulang dan bisa mengganggu pertumbuhannya. Tya sangat bersyukur, proses sunat lancar bahkan Kalundra nggak rewel sama sekali. Proses pemulihannya pun cukup cepat, bahkan usai disunat Kalundra sudah bisa langsung memakai diaper dan guling-guling di kasur. Kalundra juga nggak perlu dirawat inap, hanya butuh waktu beberapa jam dari proses sunat hingga diperbolehkan pulang.

Cerit pengalaman Oki ini sempat ia unggah di instagram pribadinya @okisetianadewi. Ibrahim adalah anak ke-3 Oki sekaligus anak laki-laki pertamanya karena anak ke-1 dan 2 adalah perempuan. Meski mengetahui anjuran Rasul untuk menyunat anak di waktu bayi, nyatanya Oki dan suami menunda-nundanya. Hal tersebut karena Oki dan suami belum memiliki pengalaman merawat anak laki-laki yang ternyata renta terhadap masalah pada saluran kemihnya.

Tya saat mendampingi kalundra sunat | Credit by @tya_ariestya on Instagram

Namun, ada beberapa kondisi yang memang mengharuskan anak sunat di usia dini, seperti adanya infeksi atau masalah lain di saluran kemihnya. Meski masalah tersebut dialami sekitar 2% anak laki-laki, tapi kasusnya cukup banyak terjadi. Hal tersebut juga dialami oleh beberapa anak seleb tanah air, seperti anak  Tya Ariestya, Oki Setiana Dewi dan anak Zaskia Mecca. Mereka memutuskan anaknya disunat sedini mungkin karena mengalami masalah di saluran kemih. Yuk Moms, simak cerita pengalaman Oki, Tya dan Zaskia saat harus mendampingi anak sunat di usia dini.

Bagian kulup harus ditarik kebelakang untuk menghindari penumpukkan kotoran. Apalagi Bhre dan Kama memiliki fimosis sehingga kulup lebih sempit dan lumayan susah dibersihkan. Sehingga untuk mencegah terjadinya infeksi di kemudian hari, Zaskia memutuskan menyunat anaknya sedini mungkin. Meski nggak memiliki fimosisi, menurut Zaskia sunat sedini mungkin bisa mengurangi risiko ISK pada anak.

Zaskia usai mendampingi Kama sunat | credit by @zaskiadyamecca on Instagram

Hingga suatu hari, Ibrahim menangis kesakitan. Bahkan kepala p*nisnya bengkak dan merah. Setelah diperiksakan, ternyata Ibrahim mengalami fimosis. Melansir dari Halodoc, fimosis adalah kelainan pada p*nis yang belum disunat di mana kulit pada ujung kepala p*nis terlalu ketat sehingga nggak bisa ditarik ke belakang. Akibatnya terjadi penimbunan kotoran dari air kencing dan bisa menimbulkan infeksi.

Nah, itulah cerita pengalaman Tya, Oki dan Zaskia ketika harus menghadapi kondisi medis anak untuk disunat di usia dini. Ternyata dari pengalaman tersebut, sunat anak bahkan bayi mungkin nggak semenakutkan yang dibayangkan kebanyakan orang. Bahkan prosesnya lebih mudah dan penyembuhannya lebih cepat. Jika Moms berencana menyunat anak di usia dini tanpa kondisi medis tertentu, lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter ya, Moms!

Selain itu, proses penyembuhan sunat bayi lebih cepat, hanya 1,5 hari luka sudah kering, minim trauma rasa sakit dan hanya perlu bius lokal. Apalagi jika masih bayi gerakan anak masih sangat sedikit dan hanya bisa tidur terlentang. Hal ini akan semakin memudahkan proses penyembuhan. Zaskia menyarankan jika anak sudah lewat 6 bulan lebih baik tunggu anak bisa kooperatif kecuali ada kendala medis tertentu. Seperti anak ketiganya Kaba yang saat ini belum disunat karena belum bisa diajak kooperatif.

Kondisi tersebut membuat Ibrahim menangis ketakutan hingga berontak karena menahan sakit. Hingga akhirnya Oki memutuskan mengikuti saran dokter untuk menyunat Ibrahim di rumah sakit. Oki memilih teknik sunat bipolar tech sesuai anjuran dokter. Hingga akhrinya proses sunat lancar, dan Ibrahim nggak lagi merasakan sakit.

Oki dan suami saat mendampingi Ibrahim sunat | Credit by @okisetianadewi on Instagram

Hampir setiap orang tua mengalami kegalauan untuk menyunat anak laki-lakinya di usia dini. membayangkan anak menangis karena disunat, mungkin membuat orang tua khawatir. Apalagi jika anak disunat saat masih kecil, bahkan bayi. Sebab, umunya di masyarakat Indonesia anak disunat saat sudah besar misalnya di usia SD atau ketika anak meminta disunat. Hal tersebut dianggap sebagai kesiapan mental anak. Memang nggak salah jika menunggu anak siap dengan sendirinya.

Tya mengaku, jika bisa mengulang waktu ia ingin menyunat putra pertamanya, Kanaka sebelum usia 3 bulan tanpa indikasi apa pun. Sebab, berdasarkan pengalamannya ternyata sunat bayi memiliki risiko yang sangat minim. Apalagi saat anak sudah lebih dari 3 tahun pasti ia butuh waktu lagi untuk menjelaskan tentang sunat supaya bisa meyakinkan Kanaka untuk bisa kooperatif.

Seperti anak Oki, 2 anak Zaskia pun mengalami fimosis hanya saja belum sampai pada infeksi. Sehingga untuk mencegahnya, Zaskia memilih menyunat anaknya saat masih bayi. Hal tersebut Zaskia ceritakan pada unggahan foto di Instagram pribadinya @zaskiadyamecca saat ia baru saja mendampingi Kama sunat di usia 15 hari. Hal tersebut ia lakukan karena menurut pengalamannya, membersihkan bagian intim anak  laki-laki kalau belum sunat nggak sesimpel anak perempuan.

Pada 2019 lalu, Tya dan suami memutuskan untuk menjalani proses sirkumsisi atau sunat pada putra kedua mereka, Kalundra. Pengalaman tersebut Tya ceritakan di Instagram pribadinya @tya_ariestya beberapa waktu setelah proses sunat. Keputusan menyunat anaknya di usia 6 bulan berawal dari berat badan Kalundra yang nggak mengalami kenaikan selama 3 bulan terakhir. Setelah konsultasi dengan dokter dan menjalani tes urin ternyata Kalundra mengami ISK.